Majelis Adat Budaya Melayu

Inilah Maket Rumah Melayu Sekadau tampak dari Depan. Dok MABM SKD

Raker – Rapat Kerja MABM Sekadau yang membahas tentang Pembangunaj Rumah Adat Melayu Sekadau di Balai Kerja. Dok MABM

SEKADAU, SP – Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Sekadau menggelar Apat Kerja (Raker) awal tahun 2020, dalam pertemuan tersebut menariknya adalah komitmen untuk membangun Rumah Melayu Sekadau.

Kegiatan berlangsung di Aula Lantai 2 Balai Kerja DPD MABM Sekadau Jalan Panglima Naga Komplek Pasar Baru Sekadau, pada Minggu (3/5).

Ketua MABM Kab.Sekadau Abdul Hamid,HL menjelaskan, agenda rapat ini memang sudah di atur dalam perencanaan dari dua tahun yang lalu. “Kita pertemukan semuanya untuk membahas Pembangunan Rumah Melayu Sekadau kepada para pihak yang berkepentingan, disini kita undang dewan Adat, Dewan Penasihat, Dewan Pembina, Jajaran Pengurus MABM dan pihak Al-Falah Sekadau yang notabene pemilik tanah yang akan dibangun rumah melayu, “ujarnya kepada awak media, pada Minggu (3/5).

Inilah Maket Rumah Melayu Sekadau tampak dari Depan. Dok MABM SKD

Menurutnya, pertemuan ini menjadi momen kesepakatan lebih lanjut terhadap pembangunan Rumah Melayu Sekadau. Pasalnya, kata dia, banyak masyarakat yang mendambakan pembangunan Rumah Melayu ini. “Kira harus kerja cara cepat dan tepat, karena tahun ini ada bantuan dari Pemprov Kalbar sebesar 400 Juta, maka itu menjadi modal awal pembangunan Rumah Adat Melayu Sekadau, tentu kerjasama dengan semua pihak terutama pihak Masjid Al-Falah Sekadau agar kedepan kita langkah ini menjadi sejarah bagi kepengurusan kami kepada anak cucu kami nanti, “paparnya.

Baca Juga :

Ketua Umum Masjid Al-Falah Sekadau H. Isnaini menjelaskan, bahwa pihaknya secara prinsip sangat mendukung proses pembangunan Rumah Melayu ini baik secara moril maupun materil.

“Pada prinsipnya kami sangat mendukung, apalagi dari tim perencanaan dan design rumah adat melayu sudah di paparkan oleh Konsultan sangat bagus dan terkesan mewah,”ungkapnya.

Secara legalitas tanah, memang masih berstatus tanah wakaf, namun pihak bersama pihak MABM sudah melaksanakan kesepakatan. “Kita sudah membuat kesepakatan bersama tentang pengelolaan tanah tersebut dan bahkan sudah membentuk tim 9, jadi tinggal kita urus secara administrasi ke Badan Wakaf Indonesia (BWI) di Pontianak, karena untuk mengubah status wakaf tanah yang berkembangan maka dibangunlah rumah melayu, “jelasnya.

Sementara itu, Subhan selaku dewan Pembina MABM Kab. Sekadau yang juga ikut dalam perencanaan Pembangunan Rumah Adat Melayu Sekadau mengatakan, pihaknya sangat mendukung prosesnya, apalagi kata dia, dirinya diminta ketua MABM Sekadau agar dapat membackup proses dan tahapannya.

“Saya diminta oleh Ketua Umum MABM Sekadau untuk dapat berpartisipasi mengehndel pembangunan ini, tentu menjadi kebanggaan bagi saya dan terlebih ini adalah kepentingan marwah melayu Sekadau yang mendambakan adanya Rumah Adat tersebut dari dulu, “ucapnya.

Langkah yang sudah diambil, kata dia, pihaknya sudah mendesign gambar 4 dimensi lengkap dengan arsitekturnya kearifan lokalnya.

“Kita sudah rancang designnya sesuai dengan denah, ukuran dan alamat tanah yang telah disepakati antara MABM dan pihak Masjid Al-Falah,”ujarnya.

Tentang design motif dan ornamen-ornamen, kata Subhan, memang masih meminta usulan dan pendapat dari petinggi dan puak Melayu Sekadau. “Walaupun design sudah setuju secara umum design yang telah di buat, tentu pendapat para sespuh dan puak Melayu Sekadau sangat diperlukan karena mungkin ada motif dan beberapa ciri khas yang dapat di masukan dalam sudut design bagiannya, “paparnya.

Mengenai pagu anggaran yang akan terserap pada project Pembangunan Rumah Adat ini ada dua alternatif. “Pertama dengan keperluan bahan kelas 3 mencapai 8 Milyar, sedangkan jika dikalkulasikan di kelas 1 maka anggaran akan mencapai 12,2 Milyar,”tukasnya.

Menurutnya, bahwa rancangan anggaran itu tidak jauh beda dengan kondisi ril nya nanti. “Intinya kita bersama – sama berkomitmen untuk terus berjuang membangun Rumah Adat ini hingga berdiri megah sesuai harapan dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Muslim dan Melayu Kabupaten Sekadau, “pungkasnya. (tim publis)

Kategori: Kegiatan MABM

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *