Majelis Adat Budaya Melayu

SEKADAU,mabmsekadau.or.id – Majelis Adat Budaya Melayu Kabupaten Sekadau menerima kunjungan dari Kapolres Sekadau beserta jajaran di Balai Kerja yang beralamat jalan Panglima Naga,Komplek Pasar Baru Sekadau, pada Kamis (23/7/2020) malam.

Kunjungan tersebut dalam rangka silaturahmi yang membahas terkait dengan berbagai hal, terutama mengenai adat istiadat dan situasi sosial di Sekadau.

Ketua DPD MABM Kabupaten Sekadau Abdul Hamid,HL mengatakan, pihaknya sangat berterimakasih atas kunjungan yang dilakukan dari pihak Kapolres beserta jajaran. “Kami tentu mengucapkan terimakasih atas kunjungan yang dilakukan, semoga silaturahmi ini tetap dilaksanakan setiap momen yang baik,tentu banyak hal yang dapat didiskusikan baik dari sisi program adat maupun sinergisitas program lainnya,”ujarnya.

Menurut Hamid, terkait kepengurusan atau pemangku adat Melayu yang ada di Kabupaten Sekadau sudah ada, namun kepengurusan hingga timgkat desa masih belum dibentuk.

“Saat ini kita di MABM ada dewan pemangku adat tingkat Kabupaten, kemudian tingkat kecamatan,tetapi untuk tingkat desa kita belum dibentuk, walaupun belum dibentuk kita sudah ada ada data-data wilayah masyarakar melayu,”ungkapnya.

Kedepan, kata dia, MABM akan menunjuk masyarakat yang paham dna mengerti adat istiadat melayu yang ada di setiap desa-desa. “dan juga masyarakar yang ditunjuk nantinya ini sebagai mitra baik dengan Kepolisian dan TNI serta pihak lainnya,dengan tujuan setiap persoalan misalnya Karhutla dan proses adat yabg lainnya sehingga bisa diselesaikan dengan baik,”paparnya.

Sementara itu, Kapolres Sekadau AKBP Marupa Sagala menjelaskan, bahwa pihaknya dalam rangka mempererat silaturahmi bersama lembaga dan pengurus adat yang ada di Kabupaten Sekadau. “Termasuk MABM kita ajak silaturahmi terkait hal-hal yang strategis untuk Kamtibmas di wilayah kita,apalagi terkait Karhutla jika aturan yang sudah ada diterapkan dengan baik saya rasa semua bisa aman di lapangan seperti aturan tata cara membakar ladang, dan arahan lain yang berkaitan dengan keselamatan bersama,”kata dia.

Menurut Kapolres, peladang saat ini tidak melaksanakan pembukaan lahan setiap momen dan waktu saja, lain dengan petani yang secara rutin bahkan menjadi kerjaan pokok dalam rangka lahan yang mereka buka agar menghasilkan sehingga menjadi bahan pokok makanan.

“Memang setiap daerah ada penerapan adatnya, namun tentu kita tetap pantau dan dampingi agar tidak melanggar aturan yang ada. Tetapi saya melihat antara pengurus adat dan pemangku adat harus bisa di bedakan, karena yang diakui adalah pengurus adat, karena kita mengantisipasi pengakuan seseorang menjadi tokoh adat, karena adanya kesempatan memanfaatkan adat buat kepentingan pribadi, tapi kami hanya mengaku dirinya tidak ada legitimasi seperti SK,”paparnya.

Kapolres mengatakan, kedepannya setiap pengurus adat untuk membentuk pengurus adatnya di setiap desa agar mendapat pengakuan dan lebih nyaman bermitra dengan tim Polres.

“seperti Bhabinkamtibmas jika ada masalah adat yang terjadi kami juga minta kepada pengurus MABM Sekadau ikut serta menjaga keharmonisan antar sesama di Kabupaten Sekadau,”pugkasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kasat Binmas,Kasat Intel beserta jajaran dan pengurus inti dan ketua bidang MABM Sekadau. (tim publis)

Kategori: Kegiatan MABM

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *